food

Makan malam malam tahun baru: jamuan reuni yang memulangkan Tiongkok ke rumah

A real Chinese New Year’s Eve reunion dinner (Nian Ye Fan), featuring a home-cooked family feast with whole fish, braised pork, shrimp, lotus root, meatballs and steamed chicken, symbolizing reunion and good fortune in Chinese culture.

Malam ketika semua orang berusaha pulang

Menjelang sore pada malam Tahun Baru Imlek(除夕, chúxī), stasiun kereta padat, dapur rumah mulai panas, dan grup chat keluarga mendadak sunyi. Semua orang sedang dalam perjalanan.

Malam ini berputar pada satu janji: duduk di meja yang sama, meski mungkin hanya sekali dalam setahun. Hidangan di ujung perjalanan itu disebut Nian Ye Fan(年夜饭, nián yè fàn), makan malam reuni.

Bagi banyak keluarga, ini bukan jamuan paling rumit sepanjang tahun. Ini hanya jamuan yang paling penting.

Stasiun kereta cepat Nanjing saat arus mudik Festival Musim Semi, ketika ratusan juta orang bepergian antara rumah dan tempat kerja.

Apa itu Nian Ye Fan (年夜饭, nián yè fàn)?

Secara harfiah, nian ye fan berarti "makan malam malam tahun baru".

Hidangan ini dimakan pada awal malam 除夕 (chúxī), malam terakhir tahun lunar - sebelum kembang api, sebelum hitung mundur televisi, sebelum begadang menyambut kalender baru.

Berbeda dari jamuan hari pertama tahun baru yang sering dibagi dengan kerabat besar dan tetangga, nian ye fan biasanya khusus keluarga inti. Meja dibuat terasa pribadi. Dan itu memang disengaja.

Orang sering membandingkannya dengan perayaan syukur keluarga di Amerika. Perbandingan itu membantu, tapi ada batasnya. Jamuan ini bukan tentang satu peristiwa sejarah. Jamuan ini tentang kembali berkumpul.

Mengapa jamuan ini lebih berarti dari makan malam lain

Dalam banyak sisi kehidupan modern di Tiongkok, orang terus bergerak. Ada yang kuliah di satu kota, bekerja di kota lain, sementara orang tua tinggal di kota ketiga.

Nian ye fan memotong pola itu.

Ini salah satu momen langka ketika ketidakhadiran terasa nyata. Kursi kosong langsung terlihat. Kedatangan yang terlambat ditunggu dengan cemas. Jika ada yang tidak bisa pulang, alasannya dibicarakan pelan, sering kali berulang.

Bobot emosional malam itu lebih ditentukan oleh siapa yang hadir daripada apa yang dimasak.

Meja yang penuh makna: hidangan keberuntungan dan harapan tersembunyi

Makan malam reuni berbicara lewat makanan.

Banyak hidangan muncul bukan karena paling disukai, melainkan karena simbolnya.

Hidangan manis - seperti pencuci mulut ketan atau sup manis - melambangkan hidup yang manis dan harmonis(甜甜蜜蜜, tián tián mì mì).

Makanan berbentuk bulat, terutama bakso atau bola ketan(丸子 / 汤圆, wánzi / tāngyuán), melambangkan kebersamaan dan reuni(团圆, tuányuán). Bentuk sama pentingnya dengan rasa.

Ikan(鱼, yú)hampir selalu hadir. Bunyinya mirip dengan makna "surplus/kelebihan", sehingga banyak keluarga mengulang 年年有余 (nián nián yǒu yú): semoga setiap tahun selalu lebih dari cukup.

Lalu hadir hidangan kukus.

Di banyak rumah, ikan, roti, atau kue dikukus alih-alih digoreng. Sebagian alasannya adalah permainan bunyi. "Kukus" menggaungkan frasa 蒸蒸日上, zhēng zhēng rì shàng, yakni harapan agar hidup terus naik dan berkembang pada tahun yang datang.

Hidangan lain ikut hadir sesuai kebiasaan keluarga:

  • pangsit berbentuk batangan emas kuno di wilayah utara
  • Kue beras (年糕, niángāo), yang mengisyaratkan pencapaian yang "lebih tinggi"
  • Ayam utuh, disajikan tanpa dipotong-potong, melambangkan keutuhan

Sebagian besar orang tidak perlu menjelaskan makna ini dengan suara keras. Semua sudah paham "skrip"-nya.

Saya masih menyimpan foto di ponsel dari sepuluh tahun lalu: meja Nian Ye Fan keluarga saya sendiri. Semua elemen itu ada di sana. Dalam jamuan reuni, yang dibagi bukan hanya makanan, tetapi juga makna.

Posisi duduk, urutan, dan siapa yang dilayani lebih dulu

Pada banyak jamuan reuni, negosiasi pertama malam itu terjadi sebelum siapa pun mengangkat sumpit.

Siapa duduk di mana?

Dalam keluarga yang lebih tradisional, orang tua atau lansia mendapat kursi paling dihormati. Anggota keluarga yang lebih muda menuangkan teh, mengoper lauk, dan mendorong ayah, ibu, atau kakek-nenek makan lebih dulu.

Gerakannya halus, tetapi sangat terlatih.

Urutan penyajian juga bermakna. Lauk yang diletakkan di depan orang tua sebelum sampai ke yang lain adalah bentuk hormat sehari-hari. Tidak diumumkan. Cukup dilakukan.

Untuk generasi yang tumbuh dalam rumah tangga lebih egaliter, aturan ini melunak, tetapi belum hilang. Ia tetap jadi bagian dari koreografi makan malam.

Dari dapur rumah ke restoran yang penuh

Kini tidak semua makan malam reuni berlangsung di rumah.

Di kota-kota besar, restoran meluncurkan set menu nian ye fan berminggu-minggu sebelumnya. Banyak yang habis sangat cepat. Keluarga memesan meja seperti memesan tiket konser.

Bagi orang tua yang bekerja, apartemen kecil dan perjalanan panjang membuat memasak di rumah semakin sulit. Makan di luar menjadi kompromi praktis, dan bagi sebagian orang, juga kelegaan.

Meski begitu, banyak yang mengakui suasana reuni di restoran terasa sedikit berbeda.

Makanannya bisa lebih enak. Ruangannya bisa lebih ramai. Namun rasa bahwa malam itu sungguh "milik keluarga" sering lebih sulit diciptakan di luar rumah.

Jamuan reuni regional di seluruh Tiongkok

Tidak ada satu versi tunggal untuk makan malam reuni.

Di Tiongkok utara, pangsit mendominasi meja, sering dibuat bersama dengan tangan pada sore hari sebelum makan.

Di selatan, hidangan berbahan beras dan 年糕 (niángāo) lebih umum, selaras dengan tradisi pertanian setempat.

Di wilayah pesisir, makanan laut menjadi pusat. Ikan kukus utuh, udang, dan kerang menandai kemakmuran sekaligus kedekatan dengan laut.

Semakin ke selatan, termasuk Guangdong, meja cenderung lebih ringan dan halus, dengan sup, hidangan kukus perlahan, dan rasa yang seimbang.

Di komunitas Tionghoa perantauan, menu kembali beradaptasi. Bahan lokal masuk. Resep lama disesuaikan. Namun struktur malamnya - berkumpul, makan, berlama-lama - tetap terasa sangat akrab.

Nian Ye Fan tidak menuntut kesempurnaan.

Ada masakan yang terlalu matang. Ada kursi yang dipaksakan masuk. Ada obrolan yang sempat macet. Tetapi makna jamuan itu tetap bertahan.

Pada intinya, ritual ini bukan hanya soal menjaga tradisi. Ini tentang upaya yang sunyi dan berulang untuk kembali - setidaknya sekali setahun - ke meja yang sama.